Minggu, 02 Agustus 2026

Eksperimen Sains Keren dengan mainan tiup

Eksperimen Sains Keren dengan mainan tiup:
Belajar sains seringkali dianggap membosankan oleh anak-anak jika hanya terpaku pada buku teks yang penuh dengan teori rumit. Namun, tahukah Anda bahwa mainan tiup yang biasa digunakan di kolam renang atau pesta ulang tahun bisa menjadi alat peraga edukatif yang luar biasa? Melalui berbagai eksperimen kreatif, kita dapat mengubah ruang tamu menjadi laboratorium mini yang penuh tawa sekaligus ilmu pengetahuan. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana benda sederhana tersebut dapat menjelaskan konsep-konsep fisika dasar dengan cara yang jauh lebih visual, seru, dan tentunya tak terlupakan bagi si kecil.

Memahami Konsep Tekanan Udara Melalui Eksperimen Seru

Salah satu momen paling mendebarkan dalam eksperimen ini adalah saat sebuah mainan terus diisi udara hingga mencapai batas maksimalnya. Dari aktivitas sederhana ini, anak-anak dapat belajar tentang konsep tekanan udara dan elastisitas bahan secara langsung. Ketika udara dipompakan ke dalam mainan, molekul udara di dalamnya saling berdesakan dan menekan dinding material mainan dari dalam. Jika tekanan tersebut terus bertambah hingga melebihi daya tahan materialnya, maka ledakan kecil akan terjadi. Fenomena ini bukan sekadar hiburan, melainkan demonstrasi nyata tentang bagaimana gas menempati ruang dan memberikan tekanan ke segala arah secara merata.

Manfaat Edukasi STEM Melalui Mainan Sehari-hari

Melakukan eksperimen langsung atau hands-on learning memberikan dampak yang jauh lebih besar bagi perkembangan kognitif anak dibandingkan hanya sekadar menonton. Dengan memanfaatkan mainan tiup sebagai objek penelitian, anak-anak diajak untuk berpikir kritis dan sistematis. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari aktivitas eksperimen sains ini:

  • Mendorong Rasa Ingin Tahu: Memicu anak untuk mulai bertanya tentang "mengapa" dan "bagaimana" sebuah benda bisa berubah bentuk atau meledak.
  • Visualisasi Teori: Konsep abstrak seperti volume, kepadatan, dan kapasitas menjadi lebih mudah dipahami saat dilihat secara fisik.
  • Pengembangan Keterampilan Motorik: Aktivitas memompa, mengikat, atau menyiapkan peralatan membantu melatih koordinasi tangan dan mata anak.
  • Membangun Kedekatan Keluarga: Eksperimen ini merupakan sarana quality time yang efektif antara orang tua dan anak dalam suasana yang menyenangkan.

Tips Keamanan Saat Melakukan Eksperimen di Rumah

Meskipun eksperimen dengan mainan tiup sangat mengasyikkan, faktor keamanan tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua. Pastikan untuk selalu mendampingi anak-anak selama proses berlangsung, terutama saat menggunakan pompa elektrik atau ketika mainan sudah terlihat sangat tegang di ambang batas ledakan. Suara ledakan yang tiba-tiba mungkin bisa mengejutkan anak yang sensitif terhadap suara keras, sehingga penggunaan pelindung telinga sederhana atau menjaga jarak aman sangat disarankan. Selain itu, pastikan untuk segera membersihkan serpihan mainan yang meledak agar tidak menjadi sampah yang berbahaya atau tidak sengaja tertelan oleh balita maupun hewan peliharaan.

Kesimpulan: Menumbuhkan Jiwa Ilmuwan Cilik

Eksperimen sains dengan mainan tiup membuktikan bahwa ilmu pengetahuan tidak selalu harus mahal dan sulit. Dengan kreativitas, benda-benda di sekitar kita bisa menjadi jendela untuk memahami cara kerja alam semesta. Pendekatan belajar sambil bermain ini terbukti sangat efektif untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) sejak usia dini. Jadi, jangan ragu untuk mencoba berbagai variasi eksperimen lainnya di rumah. Selamat bereksperimen dan temukan keajaiban sains di setiap tiupan udara yang Anda berikan!

Selasa, 28 Juli 2026

Cara Membuat Lampu Lava Sederhana Tanpa Listrik (Eksperimen Sains Seru di Rumah)

Halo teman-teman pembaca dan penggiat sains! Kembali lagi di blog Kumpulan Percobaan Sains Asyik. Kali ini kita bakal mencoba satu eksperimen yang seru banget, praktis, dan pastinya aman untuk dipraktikkan sendiri di rumah maupun sebagai materi praktikum KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) di sekolah. Eksperimen ini dinamakan Lampu Lava Sederhana (Homemade Lava Lamp).

Pasti kamu pernah melihat lampu gelembung warna-warni yang estetik itu, kan? Nah, kita tidak butuh aliran listrik atau mesin mahal untuk membuatnya. Cukup dengan memanfaatkan beberapa bahan yang gampang ditemui di dapur!

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

  • Gelas atau Botol Kaca Bening (ukuran sedang/tinggi)
  • Minyak Goreng (secukupnya, sekitar 3/4 bagian gelas)
  • Air Bersih (sekitar 1/4 bagian gelas)
  • Pewarna Makanan (warna merah, biru, atau hijau sesuai selera)
  • Tablet Effervescent / Redoxon / CDR (tablet vitamin berkeping yang menghasilkan gas saat tercampur air)
  • Senter / Lampu HP (opsional, untuk efek pencahayaan malam)

Langkah-Langkah Percobaan

  1. Tuangkan Air: Isi gelas bening dengan air bersih hingga mencapai sekitar seperempat bagian gelas.
  2. Tambahkan Pewarna Makanan: Teteskan 4–6 tetes pewarna makanan favoritmu ke dalam air, lalu aduk hingga warnanya merata.
  3. Tuangkan Minyak Goreng: Masukkan minyak goreng secara perlahan ke dalam gelas hingga terisi hampir penuh. Amati bagaimana minyak dan air berwarna langsung terpisah membentuk dua lapisan. Lapisan minyak berada di atas, sedangkan air berada di bawah.
  4. Biarkan Mengendap: Tunggu beberapa saat sampai gelembung udara akibat penuangan minyak menghilang dan kondisi cairan benar-benar tenang.
  5. Masukkan Tablet Berbusa (Effervescent): Patahkan tablet effervescent menjadi 2 atau 4 bagian kecil. Jatuhkan satu potong tablet ke dalam gelas.
  6. Nikmati Efek Lampu Lava: Seketika tablet akan tenggelam ke dasar (bagian air) dan mulai bereaksi menghasilkan gelembung-gelembung gas karbondioksida yang membawa cairan berwarna naik ke atas permukaan minyak! Saat gelembung pecah di atas, cairan berwarna akan turun kembali ke dasar, persis seperti efek lampu lava asli.

Tips Tambahan: Cobalah matikan lampu ruangan lalu sorotkan cahaya senter dari bawah gelas. Tampilannya akan terlihat sangat memukau dan indah!

Video Panduan Percobaan

Bagi yang ingin melihat demonstrasi visual langsung dari pembuatan lampu lava sederhana ini, yuk simak video YouTube berikut:

Penjelasan Ilmiah di Balik Reaksi

Mengapa reaksi menakjubkan ini bisa terjadi? Ada dua konsep dasar fisika dan kimia yang bekerja di sini:

  1. Massa Jenis (Density): Minyak goreng memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada air. Karena itulah minyak selalu mengapung di atas air dan keduanya tidak bisa menyatu secara alami (sifat hidrofobik minyak).
  2. Reaksi Kimia & Asam-Basa (Effervescence): Tablet effervescent mengandung asam sitrat dan natrium bikarbonat. Saat tablet larut dalam air, terjadi reaksi asam-basa yang menghasilkan gas Karbondioksida (CO2). Gelembung gas ini mengikat sedikit air berwarna dan membawanya naik menembus lapisan minyak. Begitu sampai di permukaan, gelembung gas pecah dan terlepas ke udara, sehingga air berwarna yang lebih berat kembali jatuh melayang ke dasar gelas.

Sederhana dan sangat edukatif, bukan? Eksperimen ini sangat cocok untuk melatih rasa ingin tahu dan pemahaman dasar fisika-kimia dengan cara yang menyenangkan. Selamat mencoba di rumah!

Senin, 20 Februari 2017

Percobaan Fisika Asyik: Roket Cuka

Dengan peralatan sederhana, roket cuka ini dapat terbang setinggi 20 meter. Bagi sahabat yang ingin membuat sebuah roket berbahan dasar sangat sederhana mungkin dapat mencoba roket cuka ini. Walaupun tidak sebagus roket air, namun patut dicoba karena asyik dan menyenangkan. Yuk langsung saja kita buat.

Alat dan Bahan
  1. Botol plastik 600 ml, bisa lebih atau kurang
  2. Cuka makan atau cuka 95% dari toko kimia
  3. Soda kue. Bukan baking powder, tapi baking soda. Ini berarti NaHCO3 (natrium bikarbonat)
  4. Sumbat yang dapat menutup mulut botol dengan kuat, misalnya gabus atau tutup rol film
  5. Tisu
  6. Banyak air untuk membilas tumpahan cuka
Langkah Pembuatan
  1. Untuk membuat roket cuka, pertama-tama diasumsikan botolnya bervolume 600 ml dan cukanya 95%. Ambil 50 ml cuka, encerkan sampai 200 ml, masukkan dalam botol. Ambil soda kue satu sendok makan, bungkus tisu satu atau dua lapis. Yang penting bisa dipegang dan air tetap bisa merembes. Pegang botol miring 70 derajat dari tegak, masukkan gumpalan tisu bersoda kue, lalu langsung tutup dengan sumbat. Kocok botol lalu langsung taruh dengan mulutnya di bawah. (Asumsi: botolnya bisa ditaruh dengan stabil pada posisi ini)
  2. Jika bahannya cukup, seharusnya timbul gelembung gas pada tahap ini. Jika menggunakan cuka makan, tentunya gunakan lebih banyak dan jangan diencerkan. Selanjutnya tinggal menunggu tekanan gas di dalamnya cukup besar sehingga sumbat tidak kuat menahan, dan roketnya meluncur. Kalau sudah 1 menit dan tidak terjadi apa-apa, coba dikocok lagi. Biasanya roketnya akan meluncur di tangan.

Apa yang terjadi?
Reaksi: soda kue + asam cuka → asam karbonat + garam natrium asetat 
Asam karbonat (H2CO3) tidak bisa ada dalam konsentrasi besar, karena ada reaksi kesetimbangan
 
Reaksi: Asam karbonat ↔ karbon dioksida + air
Jadi, timbul gas karbon dioksida. Jumlahnya bisa dihitung. Tekanannya juga. Ini mengingatkan akan apa yang terjadi jika tablet effervescent dilarutkan dalam air. Reaksi yang terjadi mirip. Sebenarnya, cuka dan soda kue bisa diganti dengan beberapa tablet seperti ini. Asal jumlah dan uangnya cukup, gas yang dihasilkan juga cukup untuk melontarkan roket.

Untuk percobaan lebih lanjut, volume air, jumlah cuka dan soda kue dapat diubah-ubah. Cuka bisa diganti asam lain seperti HCl atau asam sulfat, tentunya dengan jumlah yang tepat, tapi soda kue tidak bisa diganti dengan soda lain.

Video Cara :

Percobaan Kir Asyik : Konsep Udara

Apakah tiupan udara akan selalu membuat benda melengkung membesar? Ternyata tidak juga. Coba kamu lakukan percobaan ini.

Alat dan Bahan
  1. Dua buku yang sama besar atau benda lain yang berukuran sama
  2. Selembar kertas
  3. Sedotan
Langkah Pembuatan
  1. Letakkanlah selembar kertas diantara dua buah buku, sehingga menyerupai sebuah jembatan. 
  2. Pastikan bentuk kertasnya tidak melengkung.
  3. Kemudian, dengan menggunakan sedotan, tiuplah bagian bawah kertas yang berada diantara dua buku. Perhatikanlah apa yang terjadi dengan kertasnya.
Penjelasan Konsep
Ketika kamu meniup di bagian bawah kertas, kamu akan melihat kertas akan melengkung kedalam mendekati sedotan. Tidak terbang atau tertiup keluar. Ketika kamu meniup, kamu membuat tekanan udara dibawah kertas menjadi lebih kecil bila dibandingkan dengan tekanan udara diatas kertas. Sehingga tekanan udara diatas kertas akan menekan kertas kebawah, dan bentuk kertas akan melengkung mendekati sedotan dan tidak terbang keatas.

Bonus Video Experimen kertas :

Jumat, 25 September 2015

Ngecas atau nge-charge handphone memakai buah



Ngecas atau Charger HP Smartphone tidak lagi membutuhkan power bank atau listrik pln tapi hanya dengan buah-buahan yang juga menjadi branded terkenal, Apel. Banyak hal-hal tidak terduga yang kadang sudah kita lupakan tiba-tiba saja menjadi trending topik internet. kita bisa memakai kentang atau apel atau tomat untuk membuat casan sendiri. setelah beberapa bulan berlalu dari tahun kemarin cara yang ribet dalam mencas hp menggunakan apel sangatlah mudah dan dapat langsung di praktekkan saat ini juga jika dirumah sobat sedang ada buah apel di meja makan,

Alat dan Bahan :


- Buah Apel, atau Tomat, Atau kentang
- Kabel USB untuk mencharge hape

Cara Kerja :
- Colokan kabel usb ke buah

- Colokan ujung kabel yang lainya ke smartphone kita
- Dan taraaa.. hape kita ter-charge dengan mudahnya tanpa memerlukan listrik lagi

jadi jika kita sedang berpergian jauh powerbank habis, baterai habis, kita hanya perlu membeli buah untuk charge handphone kita hehe :D . untuk lebih jelasnya kita lihat video dibawah ini : 



Sabtu, 17 Mei 2014

Percobaan Fisika Asyik: Lampu Lava Sederhana

percobaan untuk membuat lampu lava sederhana. Kalo ada yang belum tahu bentuk dan rupanya dapat lihat gambar di bawah ini.



Alat dan Bahan
    1. Gelas minum bening
    2. Minyak sayur
    3. Garam
    4. Air
    5. Pewarna makanan

      Langkah Pembuatan
      1. Tuangkan air ke dalam gelas sekitar 3/4 nya
      2. Tambahkan 5 tetes pewarna makanan (warna bebas tergantung selera)
      3. Tuangkan secara perlahan-lahan minyak sayur ke dalam gelas. Usahakan agar minyak sayur berada pada lapisan teratas
      4. Kemudian taburkan 1 sendok garam di atas lapisan minyak
      5. Perhatikan fenomena yang terjadi, jika perlu tambahkan 1 sendok garam lagi untuk melihat efeknya berlanjut
      Lihat lah video berikut untuk lebih jelas :


      Sabtu, 08 Juni 2013

      Bel Listrik Rumah

      Alat dan Bahan
      1. Gunting
      2. Obeng
      3. Selotip khusus kabel
      4. Kabel sepanjang 2 m
      5. Lampu 5 watt warna-warni
      6. Rumahan Lampu 1 buah
      7. Saklar 1 buah
      8. Kepala ujung kabel untuk menyambungkan ke stop kontak 1 buah
      9. Bel listrik 1 buah
      10. Lampu 5 watt 
      11. Rumahan Lampu 
      12. Saklar 
      13. Kepala Ujung Kabel 
      14. Bel Listrik
      Langkah Pembuatan
      1. Potong kabel sepanjang 10 cm sebanyak 2 potong, sehingga sisa kabel 2 m tersebut menjadi 180 cm
      2. Ambil salah satu potongan kabel sepanjang 10 cm tersebut, lalu sambungkan dengan kabel bel listrik sesuai warna
      3. Sambungkan kembali ujung kabel yang belum terpasang ke rumahan lampu
      4. Ambil kabel sepanjang 10 cm yang kedua, lalu menggabungkan menjadi 2 pasang di dalam rumahan lampu, sesuai warna
      5. Tahap kelima inilah yang cukup rumit, pertama sambungkan ujung kabel yang tersambung dengan rumahan lampu, lalu diparalelkan dengan sisa kabel sepanjang 180 cm tadi dengan saklar, seperti pada gambar  di bawah ini
      6. Sambungkan ujung kabel terakhir dengan kepala ujung kabel.
      7. Bel siap digunakan.

      Percobaan Fisika Asyik: Roket Gabus


      Percobaan fisika berikut ini dapat kamu buat dari barang bekas. Eksperimen kali ini akan melemparkan gabuskeluar dari botol kaca dan membuatnya terbang hingga 20-30 meter layaknya sebuah roket yag sedang meluncur ke luar angkasa. Lebih baik melakukan percobaan ini di luar ruanganHati-hati ketika kamu melakukan percobaan ini karena berbahaya, jangan mengarahkan botol kepada temanmu atau dirimu sendiri.

      Alat dan Bahan
      1. Botol kaca
      2. Cork (gabus)
      3. Baking soda
      4. Cuka
      5. Kertas Tisu
      Langkah Pembuatan
      1. Masukkan sekitar dua sentimeter cuka ke dalam botol.
      2. Masukkan gumpalan kertas tisu sejauh ke dalam leher botol yang kamu bisa.
      3. Pastikan gumapalan ini tidak terlalu ketat.Perlu menempel ke dalam botol tapi tidakterlalu ketat.
      4. Tuangkan baking soda ke dalam leher botol.
      5. Sekarang pasang gabus ke dalam botolcukup erat.
      6. Sekarang tekan botol dengan keras padalantai atau meja untuk memaksa gumpalankertas dan baking soda masuk ke dalam botol.
      7. Berikan botol sedikit gerakan dengan menggoyangnya beberapa saat.
      8. Letakkan dan usahakan kamu menjauh, kemudian lihat reaksinya
      9. Jika tidak meledak dalam waktu 30 detik sampai 1 menit. Berikan lagi sedikit gerakan pada botol.

      Percobaan Fisika Asyik: Bahaya! Air Bertemu Listrik


      Apakah teman-teman pernah mendengar mengenai korslet? Biasanya jika ingin mencabut stop kontak, seringkali ada peringatan tangan tidak boleh basah. Apa benar air dapat menghantarkan listrik? Yuk kita lakukan eksperimen fisika asyik ini

      Alat dan Bahan
      1. Lampu kecil dengan soketnya
      2. Dua kabel berukuran 30 cm
      3. Baterai 9 volt
      4. Kancing baterai
      5. Air murni
      6. Garam secukupnya
      7. Gelas
      Langkah Pembuatan
      1. Pasang dua kabel pada masing-masing ujung kabel kancing baterai yang telah terpasang pada kutub baterai. 
      2. Sambungkan ujung kabel yang satu pada soket yang telah dipasangi lampu. Biarkan ujung kabel baterai dan ujung kabel lampu lainnya tidak terpasang. 
      3. Tuangkan air murni kedalam gelas. Kali ini, masukkan kedua ujung kabel yang tidak terpasang ke dalam air tersebut. Tapi jangan sampai kedua ujung kabelnya saling bersentuhan. Apa yang terjadi, apakah lampunya menyala?
      4. Sekarang, coba masukkan garam kedalam gelas berisi air tadi dan aduk hingga larut. Lalu masukkan kedua ujung kabel kedalamnya. Apakah lampunya sekarang menyala?
      Penjelasan Konsep
      Ternyata, gelas yang berisi air murni tidak bisa menyalakan lampu! Hal ini disebabkan karena ternyata air murni tidak dapat menghantarkan listrik. Ketika kita menambahkan garam, terjadi yang namanya pemecahan molekul garam menjadi ion na (+) dan ion cl (-). Ion inilah yang berperan dalam menghantarkan listrik. Larutan garam seperti ini dinamakan larutan elektrolit. Ingat! Air murni hanya bisa didapatkan pada air minum dalam kemasan atau toko kimia (biasanya dinamakan aquades). Sedangkan pada air keran, sering terdapat butiran garam dalam air keran tersebut. Jadi jangan bermain-main dengan benda elektronik dengan tangan basah. Meski tangan kamu basah dengan air murni, ternyata tangan kita menghasilkan garam juga melalui keringat

      Percobaan Fisika Asyik: Bola Gula Api

      Mungkin kamu pernah melihat pada suatu film ada adegan dimana terdapat bola api yang berterbangan. Atau kamu pernah melihat ada satu kesenian budaya di Indonesia, dimana ada sekumpulan orang-orang yang bermain sepak bola tapi bola yang digunakan terbakar oleh api (sebenarnya itu bukan bola. Melainkan batok kelapa). Nah, disini kita akan coba membuat salah satunya. Yuk langsung saja kita ke TKP

      Alat dan Bahan
      1. Sebongkah gula batu berukuran sedang
      2. Abu yang berasal dari pembakaran kertas
      3. Korek api
      4. Lilin
      5. Wadah dari tutup kaleng atau sejenisnyaTang untuk menjepit gula batu atau sejenisnya
      Langkah Pembuatan
      1. Jepitlah gula batu dengan menggunakan tang. 
      2. Lalu bakarlah pada lilin yang sudah kamu nyalakan. Perhatikanlah apa gula batu tersebut terbakar?  
      3. Sekarang, cobalah lumuri gula batu tersebut dengan abu kertas. Kemudian bakarlah pada lilin yang menyala. Apakah gula batu tersebut terbakar?
      Penjelasan Konsep
      Pada saat kamu membakar langsung gula batu tersebut, kamu dapati gula batu tersebut tidak akan terbakar. Mungkin hanya kamu lihat ada bekas hitam gosong. Tapi ketika kamu lumuri dengan abu kertas, kemudian kamu bakar, kamu akan dapati gula batunya dapat terbakar lho! Ini karena abu kertas yang menempel pada gula batu bersifat sebagai katalisator dalam proses pembakaran gula batu. Sehingga gula batu kini telah menjadi “gula api”.  Ingat, gunakan tang ketika membakar gula batunya 

      Senin, 18 Juni 2012

      Mengambil Koin Dalam Air Tanpa Basah

      Bagaimana kita bisa mengambil koin dari sebuah piring penuh air tanpa meluapkan air tersebut atau tanpa jari menjadi basah?
      Ayoo siapa yang bisa??
      Bahan-bahan yang diperlukan :sebuah piring, air, sebuah gelas, sebuah koin, selembar kertas, korek api.
      Apa yang harus dilakukan??
      1. Tuangkan air ke piring dan masukkan koin di dalamnya.
      2. Masukkan kertas yang telah diremas ke dalam gelas, kemudian bakarlah dan letakkan gelas tersebut secara terbalik di piring
      Apa yang terjadi??air akan naik ke dalam gelas dan meninggalkan koin dalam piring kering
        























      Mengapa Demikian??jika kertas terbakar, karbon dan oksigen di udara bergabung membentuk karbondioksida. Tekanan gas dalam gelas akan jatuh, terus mengembang selama tahap pembakaran dan menyusut selama tahap pendinginan. Tekanan yang berkurang membuat air naik ke dalam gelas.

      Tornado dalam botol

      Tornado biasanya berbahaya, merusak bahkan sering menimbulkan korban jiwa, tapi kali ini kita bisa membuat tornado sendiri dalam botol lo kawan-kawan…jadi bisa kita mainkan setiap saat
      mau tau caranya???….
      Ayo kita coba,,, !!!
      Yang perlu kawan-kawan siapkan adalah :
      -Dua buah botol minuman ukuran 1.5 liter
      - Gunting / Cutter
      - Lakban
      - Air
      Caranya is very easy,,,
      * Isi salah satu botol dengan air sampai dua pertiga penuh .
      * Susunlah dua buah botol menjadi seperti bentuk “jam pasir”
      * Agar air dapat mengalir, buatlah lubang di kedua tutup botol, dengan diameter sekitar setengah diameter tutup botol
      * Ikatkan / rekatkan kedua tutup botol dengan lakban.
      * Balikkan botol, lalu putar-putar lah botol tersebut. Kemudian biarkan air mengalir ke bawah. Catat waktu yang diperlukan hingga air  habis.
      * Agar lebih menarik bisa ditambahkan pewarna dan glitter glue, agar seolah-olah terlihat seperti puing-puing yang runtuh,,, 

      Mengapa demikian ??
      Gerakan berputar-putar tadi akan membentuk pusaran pada air layaknya tornado. Bentuk tornado ini memungkinkan air turun lebih cepat ke botol yang kosong yang ada di bawah, karena ada pemisahan antara kolom udara yang naik dari bawah ke atas dengan kolom air yang turun dari atas ke bawah.

      Membuat ice cream sendiri

      Siapa diantara sobat sains yang tidak suka ice cream ? wah pastinya tidak ada kan, hampir setiap orang suka ice cream (bahasa kerennya eskrim). tapi sobat sains terkadang kalau kita makan eskrim yang kita beli di luar, belum tentu terjamin kebersihan dan bahan2nya.. nah oleh karena itu kali ini kita akan melakukan proyek sains membuat eskrim buatan sendiri, kalian bisa menamakannya sesuai keinginan kalian…

      Alat dan Bahan :
      • 2 cangkir susu cair rasa apa saja (atau susu bubuk/kental yang sudah dicairkan)
      • 1 kantong plastik klep berukuran kecil
      • ¼ cangkir gula pasir
      • 2 sendok teh cokelat cair atau vanili
      • 4 cangkir es batu
      • ½ cangkir garam
      • 1 kantong plastik klep berukuran besar
      • Isolasi
      bahan – bahannya sudah siap semua, mari kita lakukan sesuai dengan langkah2 di bawah ini….
      1. Tuangkan susu ke dalam plastik klep kecil dan tambahkan gula.
      2. Tambahkan cokelat cair, dan tutup plastik dengan rapat.
      3. Remaslah kantong plastik dengan tanganmu untuk mencampur bahan-bahannya. Pastikan semuanya tercampur rata.
      4. Masukkan 2 cangkir es dan ¼ cangkir garam ke dalam kantong besar, kemudian tambahkan lagi 2 cangkir es dan ¼ cangkir garam. Masukkan kantong kecil ke dalam kantong besar, benamkan ke dalam es hingga sebagian dari plastik tertutup es
      5. Tutup dan segellah kantong besar, dan mulailah mengocok ke depan dan belakang, ke atas dan bawah. Teruslah mengocok selama sekitar 15 menit. ‘
      6. Setelah 15 menit, buka kantong dan ice cream pun segera dapat dinikmati…
      ice cream

      Senin, 27 Februari 2012

      Sulap Fisika : Memanaskan Air Dalam Gelas Plastik

      Memanaskan air dalama gelas plastik!? Bukannya akan meleleh tuh gelas plastik, tetapi ternyata nggak meleleh. Kenapa ya? Nah hal ini dapat dijelaskan secara fisika, mari kita lakukan sebuah percobaan sederhana berikut.

      Alat dan bahan :
      • Air mineral
      • Gelas plastik
      • Korek api
      Langkah percobaan :
      1. Dengan alat dan bahan yang tersedia, kita panaskan air (terserah bagaimana caranya).
      2. Tetapi selama pemanasan, air tidak boleh dipindahkan dari gelas plastik tsb.
      Konsep fisika :

      Pada saat kita memanaskan langsung gelas berisi air mineral (seperti memasak dengan panci). Kalor mengalir dari sumber panas melintasi permukaan gelas dan diteruskan ke air. Namun, bukannya gelas meleleh karena panas yang ditimbulkan, justru air yang malah menjadi panas. Lalu kenapa hal ini terjadi? Dalam kasus gelas plastik kosong, panas yang diberikan akan langsung melelehkanya jika suhunya melebihi ambang tiitk leleh plastik. Namun ketika dalam gelas diisi air, kalor yang seharusnya melelehkan plastik dihantarkan ke air. Secara skematis, alur penghantaran panas dapat dilihat pada gambar.

      Kalor dihantarkan oleh permukaan gelas ke air, dan kalor ini dimanfaatkan untuk memanaskan air. Karena kalor jenis air tinggi, waktu yang dibutuhkan untuk memanskan sampai suhu yang mampu melelehkan plastik cukup lama, akibatnya gelas plastik lebih tahan lama tanpa meleleh.

      Percobaan Fisika Asyik: Kompor Alumunium Foil

      Matahari adalah sumber energi terbesar dan utama bagi kehidupan kita, kita dapat memanfaatkan energi matahari secara cuma-cuma dan dengan teknologi yang sederhana. Oleh itu penggunaan energi matahari dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang bisa kita manfaatkan sebagai sumber energi untuk memasak sehari-hari disaat harga minyak tanah, dan gas yang terus naik.

      Nah alasan di atas yang melatarbelakangi postingan ekseperimen Fisika kali ini yaitu tentang Kompor Alumunium. Kompor jenis ini banyak digunakan karena memiliki berbagai keunggulan, diantaranya adalah temperatur yang dihasilkan tidak sepanas kompor biasanya sehingga cukup aman, bentuknya yang flat juga aman bagi mata kita, mudah diproduksi dengan teknologi sederhana dan biaya yang murah, serta mudah dibawa dan disimpan. Baiklah ayo kita mulai membuatnya.

      Alat dan bahan yang harus disediakan diantaranya:
      1. Karton tebal, ukuran 0,9 x 1,2 meter.
      2. Alumunium foil, ukuran 0,3 x 3 meter.
      3. Lem.
      4. Gunting atau cutter.
      5. Pensil dan penggaris.
      Langkah-langkah pembuatan:
      • Bentuk kertas karton menjadi pola seperti di bawah ini
      • Pastikan bahwa pola yang anda bentuk seperti pada gambar diatas, setelah pola terbentuk kemudian lapisi dengan aluminium foil dengan lem yang sudah dipersiapkan, dan jangan lupa buat dua lubang pengaitnya seperti di gambar pola sebagai tempat pengait untuk bagian kolektor sinar matahari. Setelah dipastikan alumunium foil yang disatukan dengan kertas karton telah benar-benar menempel dengan baik kemudian rangkai kompor seperti gambar di bawah ini.
      • Setelah kompor terangkai dengan sempurna langkah selanjutnya adalah mempersiapkan wadah untuk memasak makanan, pastikan panci yang kita jadikan sebagai tempat memasak berwarna hitam, karena warna hitam dapat menyerap panas dengan baik. Kemudian untuk mengoptimalkan panas yang terserap dan menghindari panas terbuang, dalam proses memasak sebaiknya kita gunakan plastik untuk membungkus panci tersebut. Dr. Steven Jones dari Brigham Young University mengatakan bahwa "agar lebih optimal dalam memasak akan lebih baik jika dibuatkan tatakan untuk panci yang akan kita letakkan di dalam kompor". Tatakan dibuat dengan ketinggian 6 cm seperti pada gambar dibawah, dengan maksud untuk mengoptimalkan cahaya matahari yang dipantulkan baik dari atas, samping maupun dari bawah panci.
      Agar menanak nasi lebih optimal harus dilakukan pada kisaran pukul 09.00-14.00 ketika sinar matahari muncul sepenuhnya. Beberapa kekurangan kompor matahari antara lain, tak bisa diaplikasikan sewaktu-waktu, misal pada musim hujan atau malam hari, kompor tenaga surya juga tidak dapat digunakan menggoreng makanan.

      Sulap Fisika : Telur Di Dalam Botol

      Percobaan fisika sederhana ini pernah saya lihat di kampus ketika jurusan mengadakan pameran alat-alat fisika sederhana. Berikut akan saya coba jelaskan kepada sahabat tentang proses pembuatannya.

      Alat dan bahan:
      • Sebuah botol yang memiliki diameter mulut yang cukup besar, namun tidak dapat dilalui sebutir telur.
      • Sebutir telur ayam yang telah direbus dan dikupas kulitnya
      • Beberapa lembar kertas
      • Korek api
      • Beberapa butir dry ice (biang es)
      Langkah-langkah percobaan :
      Jika dipikir-pikir, kita tak mungkin dapa memasukkan telur ke dalam botol apalagi diameter mulut botolnya lebih kecil dari ukuran telur. Tapi ternyata secara fisika, memasukkan dan mengeluarkan telur ke dalam botol ialah hal yang mudah. Tidak percaya? Mari kita lihat penjelasan di bawah ini.

      Memasukkan telur ke dalam botol
      • Siapkan botol dan telur yang akan digunakan
      • Bakar selembar kertas kemudian segera masukkan ke dalam botol
      • Segera letakkan telur di atas mulut botol segera saat api masih menyala,
      • lalu berikan sedikit tekanan, hal ini dimaksudkan agar botol menjadi terisolasi dari udara luar.
      • Diamkan beberapa saat, maka telur perlahan-lahan akan masuk ke dalam botol
      Mengeluarkan telur dari dalam botol 
      • Masukkan beberapa butir dry ice ke dalam botol
      • Kemudian balik botol sehingga telur terletak pada mulut botol bagian dalam, usahakan jangan sampai ada dry ice yang keluar botol
      • Lalu jaga agar dry ice tidak terlalu lama menyentuh telur, diamkan beberapa saat sampai telur kluar seluruhnya dari dalam botol
      Konsep Fisika :
      Dalam percobaan ini, teori fisika yang berperan ialah tekanan udara.

      Memasukkan telur ke dalam botol 
      Anggapan dasarnya adalah bahwa nyala api dapat terjadi ketika terdapat kandungan oksigen dalam jumlah yang cukup di dalam udara. Nah, proses pembakaran ini akan menghabiskan sejumlah mol oksigen sesuai dengan jumlah yang diperlukan dalam pembakaran tersebut. Pada saat kertas yang telah terbakar dimasukkan ke dalam botol, api tersebut akan terus menyala sambil mereaksikan antara oksigen dengan kertas. Lama-kelamaan jumlah oksigen dalam botol akan habis.

      Sebagaimana yang telah diketahui bahwa jumlah mol zat yang bereaksi sebanding dengan tekanannya ( pV = nRT), maka pada saat jumlah mol oksigen dalam botol berkurang, tekanan dalam botol pun akan turun. Hal ini menyebabkan tekanan udara dalam botol akan lebih rendah daripada tekanan udara luar. Akibatnya telur akan mendapat tekanan dari luar sehingga perlahan-lahan telur akan terlihat seolah-olah terhisap ke dalam botol sampai masuk seluruhnya ke dalam botol.

      Mengeluarkan telur dari dalam botol 
      Konsep yang digunakan untuk mengeluarkan telur dari dalam botol tidak banyak berbeda dari proses memasukkan telur ke dalam botol, yang berbeda hanyalah melakukan hal yang sebaliknya, yaitu dengan meningkatkan tekanan di dalam botol sehingga lebih tinggi dari tekanan di luar botol.

      Dengan memasukkan dry ice ke dalam botol mampu menaikkan tekanan di dalam botol tersebut. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa bahan dasar pembuat dry ice adalah semacam gas yang dipadatkan, maka dalam suhu kamar dry ice akan menyublim dan menghasilkan gas. Nah, gas inilah yang digunakan untuk mendorong telur keluar dari dalam botol.

      Percobaan Fisika Asyik : Bom Gelembung Air

      Waduh ini eksperimen ko tentang bom sih? Tenang aja gak berbahaya ko, percobaan ini lumayan lah buat ngejahilin temen-temen di waktu senggang. Nah untuk ngebuatnya, bahan yang kalian butuhkan yaitu :
      • Air
      • Gelas ukur kecil
      • Plastik dengan penutup rapat kayak plastik obat
      • Baking soda
      • Cuka
      • Kertas

      Langkah Pembuatan :
      • Sobek kertas berbentuk persegi ukuran 10cmx10cm.
      • Masukkan 1 sendok baking soda kemudian lipat berbentuk persegi.
      • Kedalam wadah plastik masukkan 1/2 gelas kecil cuka dan 1/4 gelas kecil air hangat.
      • Setelah itu, masukkan kertas berisi baking soda tadi ke dalam wadad plastik lalu tutup rapat secepatnya.
      • Kocok plastik sebentar kemudian menghindar dan tiaraapp! (hahaha gak segitunya kali).
      • Alhasil BOOOOMMMMM plastik tadi akan meledak seperti bom.

      Kamis, 13 Oktober 2011

      Sulap Fisika: Logam yang Hancur

      Logam yang hancur?? apa anehnya, logam hancur kan udah biasa tapi bagaimana jika logam tersebut hancur hanya dengan direndam dalam segelas air. Pada percobaan kali ini kita akan membuktikannya Ga percaya, yah itulah fisika suka membuat penasaran. Langsung saja let's do it!!
      Dowload Alat Dan Bahannya ::..> Disini



      Apa yang terjadi?
      Ternyata sesudah itu air tampak menjadi keruh dan di tempat yang ada uang, kertas perak berlubang-lubang. Kehancuran ini disebut korosi . Hal ini sering terjadi di tempat dua logam yang berlainan disambungkan secara konduktif. Selain itu, dalam proses ini dihasilkan pula arus listrik, namun kecil sekali.

      Percobaan Fisika Asyik : Botol Apung


      Dalam eksperimen fisika ini saya beri nama botol apung, nama kerennya sih cartesian diver. Alat ini digunakan untuk melihat gejala benda terapung, melayang, dan tenggelam. Alat ini cukup mudah dibuat karena bahan-bahannya ada di sekitar kita.Download alat dan bahannya :: Disini
      Penjelasan Fenomena :

      Ketika botol ditekan, tekanan di dalam botol akan meningkat. Hal ini akan menekan udara yang terdapat dalam balon sehingga massa jenis balon akan menjadi lebih besar dari semula sehingga balon akan tenggelam. Dan ketika tangan kamu dilepaskan, maka akan tekanan di dalam botol akan mengecil dan balon akan kembali pada keadaan semula.

      Senin, 19 September 2011

      Percobaan Fisika Asyik : Hidrometer

      Mengapa bisa begitu? Hal ini terjadi karena pada hidrometer, semakin dalam panjang hidrometer yang tenggelam maka massa jenis zat cair yang diukur yaitu lebih kecil dan semakin dangkal panjang hidrometer yang tenggelam maka massa jenis zat cair yang diukur lebih besar. Hal ini karena adanya pengaruh gaya apung yang dikerjakan zat cair terhadap hidrometer. Pada zat cair dengan massa jenis lebih kecil, gaya apung yang dikerjakannya kecil pula sehingga panjang hidrometer yang tercelup lebih besar. Dan pada zat cair dengan massa jenis lebih besar, gaya apung yang dikerjakannya besar sehingga panjang hidrometer yang tercelup lebih kecil (dangkal).

      Sumber referensi: Scripps Institution of Oceanography
      Yang Mau Tau lebih Jelas alat dan bahannya dowload : Disini